Selasa, 23 April 2013

ASSESMEN



Pengembangan Portofolio Untuk Penilaian

A.    Latar Belakang
·         Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 Standar Nasional Pendidikan
Pasal 22 ayat 1  menyatakan bahwa  penilaian hasilPembelajaran  pada  jenjang  pendidikan dasar dan Menengah menggunakan berbagai teknik  penilaian sesuai  dengan  kompetensi dasar  yang  harus dikuasai.
·         Permendiknas No.41 Tahun 2007 Standar Proses
Lampiran IV tentang penilaian hasil pembelajaran menyatakan  bahwa   penilaian  dilakukan  secara Konsisten , sistematik, dan ter­program dengan menggunakan tes dan nontes yang salah satunya adalah portofolio.
Guru belum terbiasa menggunakan  portofolio untuk Penilaian karena belum memahami manfaat  penilaian portofolio, prinsip, mekanisme dan prosedur,perangkat portofolio untuk penilaian , pengolahan dan pelaporan hasil.

B.     Tujuan
Memberikan acuan bagi guru dalam mengembangkan portofolio untuk penilaian sebagai salah satu alternatif penilaian pembelajaran atau penilaian pencapaian kompetensi siswa. Unsur yang terlibat yaitu Kepala Sekolah, Tim Pengembang Kurikulum (TPK) sekolah, dan Guru/Musyawarah Guru Mata Pelajaran  (MGMP)

C.     Pengertian dan Konsep
Penilaian Otentik merupakan usaha untuk mengukur atau memberikan penghargaan atas  kemampuan  seseorang yang benar-benar menggambarkan apa yang dikuasainya. Model Penilaian Berbasis Portofolio (Portofolio Based  Assesment ) adalah suatu usaha untuk memperoleh berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil pertumbuhan dan perkembangan wawasan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik yang bersumber dari catatan dokumentasi pengalaman belajarnya.
Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang peserta  didik, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja yang  ditentukan oleh guru atau oleh peserta didik bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan  oleh  kurikulum
·         Jenis Karya Siswa  :
Ø  Hasil proyek, penyelidikan atau praktik siswa
Ø  Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa
Ø  Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan  mata pelajaran  yang bersangkutan
Ø  Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah
Ø  Laporan hasil penyelidikan
Ø  Penyelesaian soal – soal terbuka
Ø  Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas
Ø  Laporan kerja kelompok
Ø  Hasil Kerja siswa 
Ø  Dll

D.    Langkah-langkah Penggunaan Portofolio : 
1.         Menentukan maksud atau fokus portofolio
2.         Menentukan aspek isi yang dinilai
3.         Menentukan bentuk, susunan atau organisasi  portofolio
4.         Menentukan penggunaan portofolio
5.         Menentukan cara menilai portofolio
6.         Menentukan bentuk atau penggunaan rubrik

E.     Bentuk Portofolio :

1.         Portofolio Proses ( Proses Oriented )
Adalah portofolio yang menekankan pada tinjauan bagaimana perkembangan peserta didik dapat diamati dan dinilai dari waktu ke waktu

2.         Portofolio Produk (Product Oriented )
Adalah portofolio yang menekankan pada tinjauan hasil terbaik yang telah dilakukan peserta didik , tanpa memperhatikan bagaimana proses untuk mencapai  hasil itu terjadi.
        Contoh : Lampiran 2 & 3  Juknis  Pengembangan Portofolio untuk Penilaian

a.       Persiapan yang diperlukan oleh Guru:

1.      Menentukan maksud  portofolio
2.      Menyesuaikan tugas dengan kurikulum
3.      Menentukan Indikasi
4.      Menentukan format portofolio
5.      Pembatasan Kuantitas
6.      Menentukan rubrik

b.      Contoh Portofolio
Contoh tugas untuk membuat portofolio “karya terbaik”.  Kumpulkan dalam satu bundel, karya tulis kamu, untuk menunjukkan karya terbaik kamu dalam pembuatan puisi,  laporan kunjungan ke objek wisata,artikel dalam majalah dinding.  
Contoh tugas untuk membuat portofolio perkembangan atau  kemajuan belajar. Tuliskanlah uraian tentang kemajuan kemampuanmu menulis cerita/makalah/laporan (salah satu), selama satu semester  terakhir, dengan menceriterakan cara menulis draf awal, cara memperbaiki draf itu, kritikmu atau draf awalmu, dan penilaianmu atas kemajuan atau perkembangan kemampuanmu itu.

c.       Contoh Pedoman Penskoran
Pedoman Penskoran Hasil Penyelidikan
1. Bukti terjadinya proses berpikir.
      Apakah siswa telah menyusun dengan rapi satuan-satuan isi portofolio dan data dalam setiap satuan itu?
      Apakah siswa telah berusaha membuat dugaan, menjelajah, menganalisis, mencari pola, dsb?
      Apakah siswa telah menggunakan materi konkret atau gambar untuk menafsirkan dan memecahkan masalah, atau untuk memperoleh hasil penyelidikannya?
      Apakah siswa telah menggunakan alat bantu lain dalam pemecahan masalah atau penyelidikannya?
[Besarnya skor sama dengan banyaknya indikator yang dipenuhi. Jadi, skor yang mungkin: 0, 1, 2, 3, 4]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar